Aku berjanji pada seorang sahabat, kubilang padanya di suatu waktu, “akan kutuliskan pengalaman berharga dalam hidupku yang kudapatkan dari pertemuan kita”. Dia begitu ingin tau. Apakah kiranya yang akan kutuliskan untuknya. Ketika waktu terasa sempit dan tak juga kubuatkan sesuatu untuknya, dia kembali bertanya, “apakah itu yang ingin kau tulis untukku?”. Tak dapat kuberkata apa-apa. Aku memang belum menulis apa-apa. Aku tak tau harus memulai darimana. Bahkan ketika kutulis ini sekalipun aku tak mengerti harus mengungkapkan apa. Begitu banyak pengalaman bermakna yang kuperoleh dari pertemuanku dengannya. Perempuan suci hati dengan setampuk kreasi itu pastinya telah jadi bagian cerita hidupku. Cerita tentang keceriaan, kejujuran, kesabaran, kemandirian, dan kasih sayang. Aku tak mampu menuliskan apa-apa. Belum cukup rasanya kata-kata ini kurangkaikan untuk sekedar memberi gambaran seperti apa rasa syukurku telah berkenalan dengan mu.
Hari kesebelas Mei 2006